Ini Dia Cara Menghitung Zakat Mal Penghasilan

489 views

Zakat penghasilan atau zakat profesi sebenarnya sama saja dengan zakat maal, yaitu zakat yang harus dibayarkan oleh orang-orang yang memiliki profesi atau pekerjaan yang mana penghasilannya telah mencapai nishab tertentu. Syarat utama dari zakat maal penghasilan adalah hartanya benar-benar bersumber dari pekerjaan yang halal, tidak berasal dari profesi yang tidak dibenarkan oleh tuntunan agama. Dalam menentukan cara penghitungan zakat maal penghasilan/profesi sebenarnya ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama.

Zakat-al-mal-zonaislam.net-basmalastore

Dalam menentukan besaran zakat profesi, para ulama kontemporer seperti Abdurahman Hassan, Abu Zahrah, Abdul Wahhab Khollaf, Yusuf Qaradhawy, Syauqi Shahatah dan lainnya sepakat bahwa zakat penghasilan/profesi diambil dari perkalian 2,5% dengan penghasilan yang telah melebihi nishab dan di luar kebutuhan pokok. Zakat profesi atau penghasilan bulanan dianalogikan seperti zakat pertanian yang dikeluarkan pada saat panen. Apabila seorang umat Muslim memperoleh penghasilan dari profesi tertentu maka ia dapat langsung mengeluarkan zakatnya dengan mengalikan 2,5% dengan penghasilannya saat itu.

Ibnu Abbas, Umar bin Abdul Aziz, Ibnu Mas’ud serta ulama modern seperti Yusuf Qardhawy tidak mensyaratkan 1 tahun (haul) untuk mengeluarkan zakat maal profesi, tetapi zakat langsung dibayarkan ada saat penerimaan gaji atau penghasilan. Mereka juga meng-qiyash-kan zakat hasil pertanian dibayarkan setiap kali panen. Dalil atas wajibnya zakat maal penghasilan diambil dari QS Al-Baqarah ayat 267 serta QS Adz-Dzaariyaat ayat 19. Cara menghitung zakat mal penghasilan dibedakan menjadi dua, yaitu:

   1.  Yang pertama.

Berdasarkan fatwa MUI yang terbit tahun 2003 mengenai zakat profesi dihitungkan setelah satu tahun (haul), dapat ditunaikan sekali dalam setahun atau bisa juga sekali dalam satu bulan agar tidak memberatkan. Harta yang diterima adalah penghasilan yang berwujud uang sehingga di-qiyas-kan sebagai simpanan atau kekayaan. Nishabnya selama 1 tahun adalah sekitar 85 gram emas. Jika harga emas pada tahun ini adalah Rp 300.000,- maka nishabnya adalah sekitar Rp 25.500.00,-. Maka jika penghasilan Anda (di luar kebutuhan pokok) melebihi nishab tersebut, maka wajib dikeluarkan sebesar 2,5% dari jumlah total penghasilan dalam 1 tahun.

Sebagai contoh jika penghasilan bersih dalam sebulan Rp 2.500.000,- maka dikalikan 2,5% akan ketemu hasil Rp 62.500,- atau sekitar Rp 750.000,- dalam 1 tahun. Jumlah itulah yang harus dizakatkan.

     2.  Yang kedua.

Dikeluarkan langsung pada saat penerimaan penghasilan seperti halnya zakat tanaman atau sama seperti zakat pertanian. Jika Anda mengikuti cara penghitungan yang ini maka nishabnya adalah sebesar 653 kg gabah kering atau setara dengan 530 kg beras, atau senilai Rp 2.080.000,- jika harga perkilogram beras adalah Rp 4.000,-. Jika Penghasilan Anda per bulan adalah Rp 2.300.000 maka jumlah yang harus Anda keluarkan per bulan adalah sekitar Rp 57.500,-. Jika kurang dari nishabnya maka belum wajib berzakat.

Leave a reply "Ini Dia Cara Menghitung Zakat Mal Penghasilan"